Chen You liang (Hokkian: Tan Yu Liang), salah satu tokoh sejarah yang masuk Cersil/Film „Golok Pembunuh Naga“

Dalam novel silat karya Jin Yong yang berjudul Heaven Sword and Dragon Sabre, di Indonesia lebih dikenal dengan judul Golok Pembunuh Naga, Chen You liang (Hokkian: Tan Yu Liang) muncul sebagai tokoh antagonis, seorang pengkhianat dari partai pengemis yang suka menghasut. Tapi tahukah Anda , bahwa Chen Youliang adalah tokoh sejarah, sezaman dengan Zhu Yuanzhang (Hokkian: Tjoe Goan Tjiang)? 

Chen Youliang adalah seorang pemimpin pemberontak anti-Yuan yang terkenal pada tahun-tahun terakhir Dinasti Yuan. Chen lahir di Mianyang, Provinsi Hubei dari keluarga nelayan. Mulanya ia bermarga Xie, namun belakangan ia mengganti marganya menjadi Chen. Pada masa muda ia pernah bekerja sebagai pejabat distrik. Ketika meletus Pemberontakan Sorban Merah melawan bangsa Mongol, ia bergabung dengan pasukan pemberontak itu dibawah komando Ni Wenjun. Pada bulan September 1357, ia membunuh Ni karena Ni bermaksud membunuh pemimpin mereka Xu Shouhui. 

Setelah peristiwa itu kariernya semakin menanjak, bersama pasukannya ia berhasil menaklukkan Jiangxi, Anhui, dan Fujian. Setelah itu ia menjadikan Jiangzhou (sekarang Jiujiang, provinsi Jiangxi) sebagai basis kekuatannya. Setelah angkatan perangnya merebut Taiping (sekarang Datu, provinsi Anhui) dan Caishi (sekarang kota Ma’anshan di wilayah timur Sungai Yangtze), Chen membunuh Xu Shouhui di Caishi. Kemudian ia mengangkat dirinya sebagai Kaisar Dayi dan menamakan kerajaannya Dinasti Han.

Kini pasukannya selain harus menghadapi pasukan Yuan, juga harus menghadapi pasukan anti-Yuan lainnya yang menjadi rivalnya, terutama pasukan yang dipimpin oleh Zhu Yuanzhang (Cu Goang Ciang). Pada masa itu pasukan Chen unggul dalam angkatan lautnya, ia memiliki kapal-kapal perang yang hebat dan jenderal-jenderal yang piawai dalam pertempuran di air, namun sifatnya yang tidak bisa dipercaya menimbulkan rasa tidak senang di antara para bawahannya sehingga kekuatannya mulai merosot. 

Pada tahun 1360, pasukannya mengalami kekalahan besar dari Zhu Yuanzhang dalam sebuah pertempuran di Nanjing. Dalam pertempuran ini Chen kehilangan banyak sekali prajurit dan kapal perangnya sehingga ia terpaksa melarikan diri ke markas besarnya di Jiangzhou. Tahun berikutnya Zhu menyerang dan menduduki Jiangzhou sehingga Chen harus melarikan diri lagi, kali ini ke Wuchang.

Sejak itu Chen makin terpuruk, rakyat semakin tidak mendukungnya dan bawahannya banyak yang membelot. Pada tahun 1363, ia kembali berhadapan dengan Zhu Yuanzhang dalam sebuah pertempuran yang paling menentukan yaitu Pertempuran Danau Poyang di dekat Nanchang. Zhu menyerang pasukannya dengan api sehingga menghancurkan hampir seluruh pasukannya. 

Ketika Chen keluar dari kabinnya untuk melihat keadaan, sebuah anak panah meluncur tepat mengenai kepalanya sehingga membuatnya tewas seketika. Setelah kematiannya, saudaranya, Chen Dingbian, mengangkat putranya, Chen Li sebagai penerusnya, namun tahun berikutnya Chen Li menyerah pada Zhu Yuanzhang.

Dicuplik dari: wikipedia

Aldi Surjana Official Blog: https://aldisurjana.wordpress.com/

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s