Part 2 – Sampek Engtay (Liang Shanbo dan Zhu Yingtai; The Butterfly Lovers)

 

aldisurjana_Sampek_Engtay_Lian_Shanbo_Zhu_Yingtai_The_Butterfly_Lovers_6

Mengikat persaudaraan

Bunga bermekaran, rumput menghijau, pemandangan di musim semi begitu indah. Yingtai dan Yinxin bahagia sama seperti burung yang keluar dari sangkar.

Mereka di perjalanan bercakap-cakap, bernyanyi, dan berjingkrak-jingkrak. Setelah lelah berjalan, mereka beristirahat di sebuah paviliun di samping jalan. Mereka baru saja duduk sebentar, dua orang datang menghampiri. Orang yang berjalan di depan adalah seorang pelajar muda, yang mengikuti dibelakangnya adalah seorang Shutong. Setelah pelajar itu melihat Yingtai, sikapnya sangat wajar. Pelajar itu menghampiri dan memberi hormat pada Yingtai. Mereka duduk dan bercakap-cakap. Ternyata pelajar itu juga pergi menuntut ilmu ke Hangzhou. Ia bermarga Liang, namanya Shanbo, berasal dari Guiji.

Yinxin mengingatkan Yingtai untuk berangkat, dan kelepasan bicara memangil,“Nona…” Shanbo mendengar sepintas lalu kebingungan. Yingtai segera mengalihkan pembicaraan,“Nona baik-baik saja di rumah, kamu mengungkitnya untuk apa?” Yinxin berkata,”Saya rasa jika nona bisa sama-sama sekolah pasti menyenangkan.” Yingtai menjelaskan kepada Shanbo, “Di rumah saya ada seorang adik perempuan, sebenarnya ingin bersekolah bersama-sama dengan saya, menurut ayah karena dia seorang anak perempuan, maka tidak diizinkan. Menurut pandangan saya, wanita seharusnya boleh pergi sekolah di luar dan melihat dunia luar.” Shanbo sangat setuju pada pendapatnya. Mereka berdua bercakap-cakap dengan gembira, merasa menemukan sahabat karib. Shanbo mengusulkan pada Yingtai untuk mengikat diri sebagai kakak-adik, Yingtai berpikir sejenak, lalu menyetujuinya. Mereka berdua di paviliun berdoa pada langit mengikat hubungan sebagai kakak-adik. Shanbo berusia 20 tahun, satu tahun lebih tua dari Yingtai, sehingga Yingtai memanggil Shanbo “Kakak Liang”, sedangkan Shanbo memanggil Yingtai “Adik yang saleh”.

Mereka bersama-sama melanjutkan perjalanan. Setelah sampai di Hangzhou, ternyata mereka memiliki guru yang sama dan kelas yang sama. Mereka setiap waktu bersama, dalam belajar saling membantu, persahabatan mereka sangat mendalam.

Shanbo adalah seorang laki-laki yang lugu, tidak pernah menyadari bahwa Yingtai adalah seorang perempuan. Yingtai sebaliknya menyimpan rahasia di dalam hati, tidak menyingkap identitas dirinya sendiri. Tetapi ada satu-dua kali, Shanbo tanpa sengaja menyelidikinya, tetapi semuanya dapat dikelabui oleh kepandaian Yingtai.

Suatu kali, mereka berdua bermain ayunan di taman, Shanbo melihat kelemah-lembutan Yingtai, lalu berkata berkata sambil tersenyum,”Adik sungguh seperti seorang gadis.” Setelah Yingtai mendengar, segera turun dari ayunan, berkata,”Di rumah, ayah juga mengatakan saya demikian.”

Suatu kali, mereka berdua belajar bersama, Shanbo menemukan telinga Yingtai ada tanda pernah memakai anting-anting, lalu bertanya,”Kita belajar bersama sudah begitu lama. Hari ini baru menyadari ada lubang anting di telinga adik. Hanya anak perempuan yang telinganya ditindik, bagaimana ini bisa terjadi?” Wajah Yingtai memerah, berkata,”Kami keluarga Zhu setiap tahun mengadakan perayaan, orang-orang desa meminta saya di dalam perayaan tersebut berpura-pura menjadi wanita, lalu menindik telinga saya, kakak harus belajar dengan baik, bagaimana bisa tanpa sadar berbicara tanpa sebab.” Shanbo segera meminta maaf.

Seperti biasanya Shanbo memperlakukan Yingtai seperti seorang adik kandungnya sendiri, membimbing adiknya belajar, dan seringkali menggandeng tangannya dengan mesra mengajaknya pergi ke sungai Xihu untuk berenang. Setiap pada saat itu, Yingtai merasa wajahnya panas dan hatinya deg-degan, tetapi juga merasa sangat bahagia. Selain sebagai kakak-adik dan persahabatan di kelas, Yingtai terhadap Shanbo tumbuh semacam perasaan yang sulit dilukiskan. Mereka merasa tidak dapat meninggalkan satu sama lain.

Bersambung ke part 3

By Richard; https://aldisurjana.wordpress.com/

 

Werbeanzeigen

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s